"Zhita!!!" panggil mama yang sedang berada di kamar Zhita
"Zhita!!"
"Iya, Ma! Zhita lagi makan, nih! Kenaoa?" jawab Zhita sambil berteriak dari ruang makan.
"Zhita! Sini, Nak!" panggil mama lagi. Zhita segera mendatangi mama.
"Ada apa, sih, Ma? Zhita, kan, lagi makan! Laper tauuu!" tanya Zhita.
"Lihat! Kamar berantakan gini, kamu malah enak-enakan makan!" omel mama.
"Yah, Mama... kan, ada Mbak Dwi. Tadi, Zhita habis cari krayon baru!" kata Zhita beralasan.
"Zhit, kamu, kan, sudah besar!" kata mama. "Lagi pula kalau kamu yang membereskan krayonmu sendiri, kamu pasti dapat menemukannya dengan mudah."
*Zhita terdiam*
"Pokoknya mulai besok, mama gak mau lihat kamarmu seperti ini lagi!" tegas mama yang lansung keluar dari kamarZhita, anak semata wayangnya.
Duh, Mama pasti marah, deh, sama aku.... gimana, nih??? kata Zhita dalam hati . Zhita jadi merasa bersalah kepada mamanya.
"Ma, maafin Zhita, ya. Zhita salah..." kata Zhita meminta maaf kepada mama pada saat makan malam.
"Mama akan maafin kalau kamu janji tidak akan seperti itu lagi!!" kata mama.
"Yah, kalau itu, aku gak bisa janji, Ma..." kata Zhita. Mama diam saja selama makan malam.
Setelah makan malam, Zhita langsung tertidur karena lelah....
"Zhita!!Zhita!! Bangunlah kamu!" panggil sebuah benda kepada Zhita. Zhita pun terbangun.
"Zhita. Bangunlah, bangunlah!" panggil suara itu lagi.
"S...s....si...siapa ka...kamu? Tunjukkan wujudmu!" tantang Zhita.
Sesosok makhluk panjang dan kurus muncul begitu saja. Anehnya, ia mempunyai mata dan mulut, bahkan bisa berjalan.
"Aku adalah sapu ajaib!" katanya.
"Ti...tidak mungkin! Tak ada sapu ajaib! Mau apa kau??"
"Aku bisa membantumu jika kamu mau berubah!" kata sapu itu lagi.
"Membantu apa?" kata Zhita yang mulai tenang.
"Membantu membereskan kamarmu yang seperti kapal pecah ini tentunya," kata sapu itu.
Tiba-tiba, Zhita melihat kamarnya telah berantakan, padahal sebelumny masih rapi.
Hehehe.... sapu dah Zhita membereskan kamar Zhita sambil bercanda ria. Zhita merasa tak terbebani ketika membereskan kamarnya itu. Sapu ajaib mengibaskan bulunya dan semua barang kembali ke tempat semula, sedangkan sampah-sampah berpindah ke tempat sampah.
Zhita sampai tercengang melihat aksi sapu ajaib itu.
"Zhita, apa ini?" tanya sapu ajaib sambil memegang boneka bulan berwarna jingga.
"I...itu.... kau menemukannya! Itu boneka kesayanganku yang telah lama hilang! Terima kasih, ya, sapu !" sorak Zhita sambil memeluk bonekanya.
"Akhirnya selesai jua," kata sapu ajaib.
"Sapu, aku janji akan membereskan kamarku sendiri. Ternyata tak ada ruginya!" janji Zhita.
"Zhita, namau Cleany!" kata sapu yang kemudia menghilang.
"Aaaa....!" Zhita terbangun.
"Kamu sudah bangun, Ta?" tanya mama.
"Ayo, lekas mandi. Sudah pukul lima lewat empat puluh lima menit!" Zhita pun menurut.
Seandainya aku bertemu lagi denganmu, Cleany.... aku ingin kamu jadi sahabatku. Aku janji akan membereskan kamarku sendiri, Cleany! kata Zhita berjanji dalam hati.
Zhita" :)